Wisata Curug Malela

Curug Malela memiliki nama beken, The Little Niagara. Sebutan ini berasal dari Bentuk curug yang melebar, sehingga mirip dengan Niagara di Perbatasan Amerika-Canada. Keberadannya dahulu yang terpencil dan seadanya kini mulai didandani dengan berbagai fasilitas.

Curug Malela memiliki nama beken, The Little Niagara. Sebutan ini berasal dari Bentuk curug yang melebar, sehingga mirip dengan Niagara di Perbatasan Amerika-Canada.

 

Curug Malela.

Aliran air curug Malela bersumber dari hulu sungai bagian utara Gunung Kendeng. Gunung Kendeng sendiri merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif yang berada di Ciwidey bagian barat. Sungai ini kemudian mengalir melewati sungai cidadap – Gunung Halu.

Air terjun ini juga memiliki keindahan alam yang luar biasa dengan tinggi sekitar 60 meter dan lebar hingga 70 meter. Dengan lima jalur air terjun yang nampak megah, membuat curug Malela semakin elok untuk dipandang. Maka dari itu tak heran jika objek wisata ini mampu menghipnotos siapa pun untuk berlama-lama di area ini.

Curug Malela adalah air terjun paling atas dari jajaran 7 air terjun. Secara berturut-turut, 6 air terjun lainnya adalah Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir, dan yang paling bawah adalah Curug Pamengpeuk.

Untuk bisa menikmati ke semua air terjun yang lain, pengunjung perlu bermalam. Untuk akomodasi, bisa saja menginap di rumah warga atau juga penginapan di Desa Rongga.

Lokasi Curug Malela

Curug Malela berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat. Lokasi curug ini juga berbatasan dengan kabupaten Cianjur.

Jaraknya dari bandara Husein Sastranegara Bandung adalah 78 KM atau 3 jam berkendara. Sementara dari  Stasiun Bandung jaraknya adalah 72 Km.

 

Rute Menuju Curug Malela

jalan kaki melalui jalan setapak menuju ke Curug Malela

Bagi para wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam curug malela tidak akan menemui hambatan yang berarti karena akses menuju lokasi ini cukup mudah. Bagi pengunjung yang berangkat dari Cimahi dapat menggunakan jalur menuju Batujajar dan dilanjutkan ke arah Cihampelas.

Setelah tiba di Cihampelas, lanjutkan kembali perjalanan menuju Cililin kemudian Sindang Kerta. Stelah itu pengunjung bisa mnegarahkan perjalanan menuju Gunung Halu dan ikuti jalnnya hingga menjumpai kawasan wisata Curug Malela.

 

Jam Buka Curug Malela

Curug Malela buka setiap hari pada pukul 08.00 sampai pukul 17.00.

Memandang keindahan curug Malela DAri jauh

 

Tiket Curug Malela

Harga tiket masuk air terjun malela, setiap pengunjung akan dikenakan biaya Rp.10.000/orang. Sedangkan untuk tarif parkir kendaraan bermotor adalah Rp.2.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil.

Sebaga tambahan, bagi anda yang naik ojek menuju ke Air Terjun Malela, ongkos atau tarifnya sekali jalan adalah Rp.30.000.

 

Fasilitas Curug Malela

Selain pemandangan alam yang indah, curug ini juga memiliki beberapa fasilitas penunjang yang memadai. Fasilitas yang ada di curug indah ini berupa toilet umum, area parkir yang luas serta beberapa warung makan. Warung makan yang ada di area ini menyediakan banyak aneka makanan dan minuman seperti soto, mie instan, dan lainnya.

Selain itu terdapat pula bangunan yang dapat difungsikan sebagi panggung maupun menara pandang. Tak hanya itu area ini juga sering digunakan para pengunjung sebagi spot untuk berfoto ria. Kemudian di area ini pun pengunjung juga akan mendapati sebuah jembatan yang melintasi aliran sungai di bawahnya.

 

Daya Tarik Curug Malela

 

Siapa sangka jika curug Malela merupakan objek wisata alam yang paling digemari di kawasan Kabupaten Bandung Barat. Hal ini dikarenakan kawasan ini memiliki udara yang sangat sejuk khas pegunungan yang menjadi daya tarik utamanya. Maka dari itu, para pengunjung yang berada di kawasan wisata ini akan dibuat relaks dan tenang olehnya.

Kemudian curug malela juga memiliki aliran air yang cukup deras sehingga pengunjung harus berhati-hati pada saat bermain air. Terlebih pada saat musim penghujan debit air di crug ini akan jauh meningkat. Namun terlepas dari itu semua, derasnya aliran air tersebut membuat curug ini semakin elok dan enak untuk terus dipandangi.

Maka dari itu, tak heran jika derasnya aliran curug malela merupan hal yang wajib di abadikan dengan kamera. Terlebih kini sudah tersedia gardu pandang yang dapat dijadikan sebagi spot berfoto dengan latar panorama curug Malela yang menakjubkan.

Di depan air terjun, pemerintah daerah memebangun Plaza. Bangunan berbentuk lingkaran ini merupakan ikon dari wisata Curug Malela. Para pengunjung dapat berfoto dengan menggunakan latar belakang ikon tersebut. Pastinya hasil foto akan keren untuk diposting di akun sosial media.

 

Cerita Misteri

Memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa dan berada di tempat terpencil, seperti umumnya di Indonesia, curug ini pun memiliki cerita misteri nya tersendiri. Karena lokasinya tersembunyi ini juga banyak cerita hikayat masyarakat yang beragam nan unik.

Konon asal usul nama air terjun Malela ternyata diambil dari nama Eyang Tadjimalela. Yang menurut penjelasan warga sekitar, beliau adalah yang ngageugeuh atau penguasa kawasan air terjun ini. Konon dari penjelsan seorang pemandu wisata, jika kita sedang kebetulan, maka kehadiran Eyang Tadjimalela ini terkadang menampakkan dirinya.

Hal tersebut dibuktikan, pernah ada pengunjung yang berfoto dengan background air terjun. Kemudian di dalam foto yang diambil  ternyata ikut tertangkap gambar sosok bayangan kakek-kakek berjenggot dengan baju serba putih.

 

Tips Mengunjungi Curug Malela

Kawasan ini merupakan lokasi wisata alam sehingga para pengunjung diharapkan memakai alas kaki yang sesuai sehingga keamanan serta kenyamannya terjamin. Kemudian, jagalah jarak pada saat bermain dekat aliran curug Malela. Hal ini dikarenakan aliran airnya cukup deras sehingga mengurangi resiko kecelakaan.

Selamat berkunjung.

 

Lihat juga tempat wisata lainnya disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.