Wisata air terjun Curug Dago

Air terjun menjadi tempat wisata yang seringnya berada di tempat terpencil, di dalam hutan misalnya. Seperti Curug Dago, meski berada di Bandung, namun lokasinya begitu terpencil. Diperlukan usaha yang ekstra untuk masuk menuju ke air terjun.

Kendati demikian, air terjun ini tetap tak kehilangan pesona. Disamping itu, pengunjung juga dapat menuju ke objek wisata ini melalui berbagai jalan. Salah satunya melalui jalan menurun arah komplek Citra Green Dago.
Harga Tiket Masuk

Untuk masuk ke objek wisata ini sangat terjangkau. Namun dibedakan harga untuk wisatawan domestik dan mancanegara.
Harga Tiket Masuk Curug Dago
Wisatawan Domestik Rp12.000
Wisatawan Mancanegara Rp52.000
Tarif Parkir
Motor Rp5.000

Jam Buka Curug Dago

Untuk mengunjungi kawasan wisata air terjun ini sebaiknya jangan terlalu sore. Karena berada di dalam hutan, dan cukup gelap menuju tempat parkir.

Jam Operasional
Setiap hari 08.00 – 17.00 WIB
Suasana Area Kawasan Curug Dago

Kawasan wisata curug dago

Jika dibandingkan dengan air terjun lain di Jawa Barat, Curug ini terbilang kecil. Ketinggian air terjun hanya sekitar 12 meter saja. Meski begitu, curahan airnya tetap deras dan terlihat elok dipandang.

Alam yang masih asri sangat mendukung untuk menghabiskan waktu di sekitar air terjun. Suara air terdengar riuh menyegarkan. Ditambah lagi suara desis angin yang menerpa dedaunan.

Di tepi danau, telah dipagari sehingga pengunjung tidak dapat menceburkan diri ke danau, apalagi berenang. Curug ini mengalir membelah dua tebing batu. Dimana bebatuan di belakangnya pun terlihat hijau menandakan lumut yang menyelimuti sudah sangat tebal.

Bangunan Prasejarah

prasasti raja thailand

Ketika mengunjungi Curug Dago, pengunjung akan menjumpati dua pondok berwarna merah. Bukan warung ataupun gazebo, melainkan suatu bangunan bersejarah. Yang keberadaannya sudah ratusan tahun adanya.

Pondokan pertama berisi batu prasasti Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand pada 19 Juni 1896. Pondok ini dibuat pada kunjungan Raja Rama V yang kedua. Di dalamnya, terdapat batu prasasti serta foto – foto dari Raja Rama V.

Sementara pondok berikutnya, terdapat prasasti milik Raja Prajadhipok (Rama VII) pada 12 Agustus 1929. Raja Rama VII datang ke kawasan air terjun ini untuk melihat prasasti peninggalan Raja Rama V. Dan pondokan ini pun di cat warna merah seperti pondokan sebelumnya.

Pengunjung harus melakukan trekking ketika akan mengunjungi Curug Dago. Jika naik mobil, harus turun agak jauh dan jalan melewati jalan kecil tepi sawah. Perjalanan dari tempat memarkirkan mobil hingga ke lokasi tiket kurang lebih 250 meter jauhnya.

Kemudian, pengunjung dapat berjalan turun hingga menjumpai papan bertuliskan “Prasasti Curug Dago”. Di depan papan tersebut terdapat taman bermain mini yang tampak baru dibuat. Anak – anak dapat menikmati bermain di sini sebelum atau sesudah dari air terjun.

Untuk menuju air terjunnya, pengunjung harus menuruni anak tangga yang cukup terjal. Tapi tenang, kondisinya sudah baik dengan tangga beton dan pegangan dari semen yang kuat. Perjalanan ini akan terbayar tatkala pengunjung sampai di air terjun, dimana alam masih sangat hijau.

Curug Dago yang Tercemar

Kendati menyimpan keindahan dan benda bersejarah, namun kondisinya kini tercemar. Hal tersebut dikarenakan limbah domestik rumah tangga yang dialirkan ke sungai. Ditambah lagi, kotoran ternak yang dialirkan ke sungai, turut mencemari air terjun.

Inilah mengapa pengunjung dilarang untuk berenang atau mandi di air terjun. Karena air tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit. Airnya pun berwarna cokelat pekat, menandakan sudah tidak bersih lagi.

Sungai Cikapundung dialiri oleh air terjun ini. Tentu saja sungainya ikut tercemar dan menjadi masalah lingkungan yang harus diselesaikan. Bahkan, pengelola menemukan 30 titik tempat pembungan sampah yang mengalir langsung menuju ke Curug Dago.

Fasilitas

Tidak seperti wisata air terjun lainnya, di sini pengunjung tidak banyak menjumpai fasilitas umum. Jika ingin berlama – lama di sini, pengunjung dapat membawa perbekalan sendiri. Karena tidak tersedia juga warung makan di sekitar kawasan air terjun.

Lokasi Curug Dago

Objek wisata ini berada di Jalan Dago Pojok, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Kawasan wisata air terjun ini berjarak 8 kilometer dari pusat kota Bandung. Bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit berkendara.

Selamat berwisata.

 

Lihat juga tempat wisata lainnya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.